Pada ruang Puskeswan ini kita akan memnbahas tanda-tanda kucing
sakit, vaksinasi, jenis-jenis penyakit kucing dan pengobatannya,
obat-obatan yang tidak dianjurkan dan perawatan kucing selama sakit.
Kenali gejala-gejala kucing Anda sakit sebelum memutuskan membawa ke
dokter hewan atau memberikan obat-obatan. Berikut tanda-tanda kucing
sakit:
Jamur / Ring Worm
Penyebab : Lingkungan yang lembab sehingga spora berkembang biak di tubuh kucing
Gejala : gatal-gatal, kulit merah dan botak lingkaran warna merah, timbul ketombe
Pengobatan : obat gosok dan salep, shampoo dengan bahan aktif ketoconazole 2% atau mengandung , providone iodine 4%,larutan belerang 5%, 1 ml amitraz 5 % dilarutkan dalam 100 ml air(harus dengan saran dokter).
Pencegahan : menjaga lingkungan tetap bersih, menyemprot kandang
dengan disinfektan, menjaga tubuh kucing agar selalu kering, jemur di
bawah sinar matahari pagi.
Kutu/Pinjal
Penyebab : lingkungan yang tidak bersih, tertular dari kucing lain
Gejala : gatal-gatal, sering menggaruk-garuk, kucing lemas , anemia, dan tampak kutu/telur kutu pada bulu
Pengobatan : suntik ivermectin (suntikan untuk membunuh kutu
dewasa dan cacing dewasa), obat tetes diteteskan pada tengkuk kucing
sebulan sekali (merk obat tetes nya ada frontline, revolution), shampoo
kutu.
Pencegahan : selalu bersihkan kandang dan sekitarnya dan pisahkan kucing yang terinfeksi agar tidak menular ke kucing lainnya.
Ear mites / Tungau telinga
Penyebab : tertular hewan lain, telinga yang kotor.
Gejala : kucing sering menggaruk2 telinga, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. telinga dalam kotor seperti bubuk kopi, dan berbau.
Pengobatan : 1 cc ivomec 1% ditetes pada telinga, frontline 1
tetes pada setiap telinga, revolution 2 minggu sekali, boric acid powder
ditabur ke dalam telinga.
Radang Telinga (otitis)
Penyebab : ear mite, bakteri, jamur, kanker, alergi, gangguan kekebalan tubuh, luka.
Gejala : daun telinga kemerahan, sedikit bengkak disertai kotoran
telinga, saluran telinga menyempit /tertutup sebagioan akibat bengkak,
kotoran dalam saluran telinga
Pengobatan : Obat tetes telinga yang mengandung anti ektoparasit
atau injeksi obat golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll)
bisa diberikan bila otitis disebabkan oleh ear mite atau ekto parasit
lain
Pencegahan: Selalu memeriksa kebersihan telinga kucing secara
teratur. Bersihkan telinga kucing secara rutin. Cairan telinga normal
berwarna bening-kuning kecoklatan. Bila berwarna coklat tua atau berbau
busuk, kemungkinan besar kucing menderita otitis.
Flu Kucing
Penyebab : virus. tertular dari air liur, bersin, kontak fisik
dengan alat-alat yang tercemar virus. bisa dari tangan manusia yang
tidak dicuci setelah memegang apa saja yang tercemar virus.
Gejala : bersin-bersin,demam,lemah,lesu,nafsu makan berkurang,batuk,mata merah, berair
Pengobatan : pemberian lysin dapat mencegah perkembangbiakan
virus dan mempercepat kesembuhan. antibiotik juga diberikan untuk
mencegah infeksi sekunder akibat bakteri.
Pencegahan : pemberian vaksinasi pada kucing. cuci tangan dengan
sabun antiseptic sebelum memegang kucing. berikan vitamin/suplemen agar
kucing memiliki kekebalan tubuh yang baik.
Radang Paru-paru (Feline chlamydiosis)
Penyebab: bakteri Chlamydia psitacii, nutrisi kurang baik, kandang yang tidak bersih.
Gejala : radang/sakit pada mata,cairan kotoran mata berlebihan,pilek, bersin,kesulitan bernafas
Pengobatan : belum ada. hanya pemberian antibiotik tetrasiklin. untuk matanya bisa diberikan salep mata yang mengandung tetrasiklin/
Pencegahan: pemberian vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, memberikan suplemen agar kucing memiliki kekebalan tubuh yang baik.
Radang Selaput Rongga Perut (Feline Infectious Peritonitis (FIP))
Penyebab : coronavirus (feline corona virus/FcoV).Kucing sehat
tertular melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau
kotorannya (feces). Kucing yang terinfeksi menyebarkan virus melalui
liur dan feces. bisa juga tertular dari peralatan2 yang tercemar virus.
anak kucing bisa tertular dari induknya.
Gejala : bersin-bersin, mata berair, lendir hidung yang
berlebihan, diare, berat badan berkurang, lemah & lesu, depresi,
bulu kasar.
Pengobatan : belum ada. hanya pemberian obat untuk mengurangi gejala dan rasa sakit.
Pencegahan : jaga kebersihan kandang , peralatan makan. berikan nutrisi yang baik kepada kucing.
Radang Usus / Distemper (Feline Panleucopenia)
Penyebab: virus. kontak langsung atau tidak langsung melalui air liur, air kencing,muntah dan melalui kotoran kucing yang terinfeksi.
Gejala: anemia, muntah-muntah dan diare yang parah
Pengobatan: belum ada. hanya pemberian obat yang bertujuan
mencegah infeksi lain yang disebabkan bakteri dan meningkatkan kondisi
tubuh kucing.
Pencegahan: pemberian vaksinasi teratur. pemberian nutrisi yang baik.
Gangguan pernafasan, sariawan dan persendian (Feline Calicivirus)
Penyebab:sekelompok virus dan bakteri.kandang kurang bersih. tak ada ventilasi. suhu udara terlalu panas/dingin.
Gejala: bersin,batuk,pilek,cairan berlebih dari hidung dan mata, luka pada hidung seperti sariawan, bibir luka, sulit bernafas.
Pengobatan :Beri nutrisi yang baik, bersihkan kotoran pada mata
dan hidung. Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder yang
disebabkan oleh bakteri.
Pencegahan: pemberian vaksinasi teratur.
Penurunan sistem kekebalan tubuh
Penyebab: Feline Immunodeficiency Virus. Penularan melalui luka gigitan.
Gejala: tidak ada, tapi dapat menyebabkan kematian setelah beberapa tahun.
Pengobatan: belum ada. Pengobatan hanya bertujuan mencegah infeksi sekunder.
Pencegahan : mencegah kucing bertindak agresif seperti menggigit2
sesuatu, mengkandangkan kucing di dalam rumah. vaksinasi teratur dan
pemberian nutrisi pada kucing.
Pyometra / uterus yang membengkak
Penyebab : Kelebihan jumlah hormon progesterone. Pyometra terjadi
pada kucing betina setelah siklus heat yg tidak diikuti dengan
pembuahan. Kucing yg ditunda2 tidak dikawinkan setelah lewat 2 x masa
heat dan kucing yg disuntik estradiol.
Gejala :Kucing akan lebih sering menjilat2 vagina, membersihkan
cairan putih/kuning dari vagina,Demam, lemas, muntah2, menolak makan ,
perut membesar, mungkin tidak dapat berjalan (lemah pada kaki belakang),
minum berlebihan, pengeluaran urin yg berlebihan, peningkatan jumlah
sel darah putih secara signifikan pada pemeriksaan darah
Pengobatan : rostaglandin F2 alpha dan antibiotik jangka panjang
biasanya digunakan pada Pyometra Terbuka. Tindakan diberikan secara
intravena (infus).Ovariohysterectomy (operasi pengangkatan ovarium &
uterus/spay) bersamaan dengan pemberian antibiotik, pada waktu operasi
dan pasca operasi.
Pencegahan : spay (steril) kucing betina sebelum umur 6 bulan.
Kucing betina sebaiknya tidak ditunda2 untuk dikawinkan, lebih dari 2 x
masa heat
Feline lower urinary tract disease (FLUTD) / feline urologic syndrome (FUS) / Gangguan Saluran Kencing
Penyebab : kurang minum. asupan magnesium terlalu tinggi hingga
akumulasi kristal mineral pada saluran urinaria ,peradangan kandung
kemih cystitis akibat iritasi dari kristal pada dinding VU, ,pembentukan
batu VU, ,pembentukan sumbat pada uretra berupa pasir kristal mineral
(blokade uretra), akumulasi zat kimia yang beracun pada aliran darah
ketika blokade pada uretra Pada beberapa keadaan urin yang tertahan
dalam VU dapat berbalik mengalir ke ginjal yang menyebabkan kematian
oleh gagal ginjal akut atau cystitis parah.
Gejala : Perut kucing terasa kencang, ada benjolan di sekitar anus, pipis sedikit, pipis berdarah, lemas.
Pengobatan : diberikan kateter. pemberian makanan wet food atau
makanan yang khusus penyembuhan urinary.penggunaan herbal keji
beling/calcusol untuk maintenance selanjutnya.
Pencegehan : pastikan kucing banyak minum, tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi magnesium.
Periodental (penyakit pinggiran gigi)
Penyebab: plak yang disebabkan oleh bakteri dan makanan yang
tidak dibersihkan di gigi. plak akan membentuk tartar gigi, lalu akan
membentuk karang gigi.
Gejala : nanah di sekitar gigi, nafas bau busuk, gusi mudah luka
dan berdarah,mulut sakit bila dipegang, mencakar daerah sekitar mulut,
gusi bengkak/ berwarna merah, gigi longgar/lepas, hilang nafsu makan,
air liur menetes, susah mengunyah / makan
Pengobatan : scalling gigi, bila sudah amat parah dilakukan
operasi cabut gigi atau membuang sebagian jaringan gusi yang sudah rusak
parah (gingivectomy)
Pencegahan : menyikat gigi kucing secara teratur setelah makan dengan gel khusus gigi kucing.
Cacing Pita
Penyebab: penyebaran melalui kutu/pinjal. tertular melalui induk.
Gejala : banyak makan tetapi tetap kurus dan perut buncit, terdapat cacing pada kotoran atau muntah kucing. mata kucing belekan.
Pengobatan : pemberian obat cacing yang mengandung Prazyquantel, dichlorphen atau febendanzole dan pemberian obat anti kutu.
Pencegahan : pemberian obat cacing dan anti kutu secara teratur.
Cacing Gelang
Penyebab: tertular melalui induk , tertular dari tikus. telur cacing pada kotoran.
Gejala : banyak makan tetapi tetap kurus dan perut buncit, terdapat cacing pada kotoran atau muntah kucing.
Pengobatan : pemberian obat cacing yang mengandung bahan aktif pyrantel, febendazole, mebendazole atau piperazine.
Pencegahan : pemberian obat cacing dan anti kutu secara teratur.
Diabetes Mellitus
Penyebab :Gula, glukosa darah. secara genetik melalui induk yang
pernah mengalami DM,penggunaan obat jenis Cortison dan Progesteron yg
berlebihan,obesitas.
Gejala : minum berlebihan (polydipsi),urinasi berlebihan
(polyuria),frekuensi makan berlebihan (polyphagia),nafsu makan hilang
(anoreksia),fatigue, depresi dan muntah-muntah,bulu berminyak, kulit
memerah dan ketombe pada bulu
Pengobatan: suntikan insulin atau satu atau dua kali sehari setelah makan. berikan makanan khusus kucing diabetes.
Pencegahan : jangan memberikan pakan yg berlebih pada kucing,
terutama yg kadar karbohidrat dan lemak yg tinggi, jenis pakan tipe
indoor sangat cocok buat kucing yg tidak banyak aktivitas.
Wasir / Ambeien
Penyebab : kurang serat dan air. sembelit dan usia tua.
Gejala : kucing sering menjilat anus, menggesek-gesekkan anus ke
lantai, pembengkakan pada kulit sekitar anus, terdapat darah di feces.
Pengobatan: salep topikal untuk wasir eksternal atau supositoria untuk internal.
Pencegahan : berikan cukup air minum dan serat untuk kucing.
Keracunan
Penyebab : Makanan beralkohol, cokelat, serangga dan binatang
kecil, Cairan pembersih rumah tangga (detergent), amoniak, pemutih
(bleach), gasoline, lem,aloe vera, amaryllis, avocado, azalea, bird of
paradise, calla lily, castor bean, corn plant, cyclamen, daffodil, day
lily, dieffenbachia, Easter lily, elephant ears, English ivy, gladiolus,
holly, hyacinth, hydrangea, iris, kalanchoe, Macadamia nut, marijuana,
mistletoe, narcissus, philodendron, rhododendron, tomato plant, tulip,
yew, yucca, Sengatan Ular, Scorpion, serangga, obat manusia
seperti Aspirin, Acetaminophen, paracetamol
Gejala: muntah,Diare,Kejang,Halusinasi,Kesakitan pada bagian
perut (abdominal pain),Koma, Drooling (Keluar liur),Air liur menetes
secara berlebihan (hipersalivasi).Selaput lendir berwarna
coklat-abu.Nafas terengah-engah.Bengkak di wajah, leher dan
kaki.Hipotermia (suhu badan rendah).Langkah kaki tidak terkoordinasi
(ataksia).Urin berwarna coklat tua/gelap.
Pengobatan : Sebelum dibawa ke vet, berikan hydrogen peroxida 3%
dengan dosis 1 sendok teh per pound berat badan kucing, diberikan
setiap 10 menit sampai kucing muntah. Maksimum 3 sendok teh per dosis
dan maksimum 3 kali pemberian. Jangan memaksa kucing untuk muntah dengan cara di atas untuk hal-hal berikut;
kucing sudah muntah, tidak sadar atau kejang, menelan chemical product
seperti acid, alkali, serta household chemical serta gasoline, kucing
menelan benda tajam, serta kucing menelan racun lebih dari 2 jam.
Pencegahan: jauhkan bahan-bahan berbahaya dari kucing seperti
obat nyamuk, pembersih rumah tangga,obat-obatan. bila menyemprotkan
pembersih atau obat2 beracun jangan sampai mengenai makanannya. periksa
jadwal expired makanan dan obat2an.
Alergi Makanan
Penyebab : tidak cocok pada makanan tertentu.
Gejala : alergi , gatal-gatal, pup berdarah, bulu rontok
Pengobatan : segera ganti makanannya dengan yang tidak menyebabkan alergi.
Diare
Penyebab: mengganti makanan secara tiba-tiba, masuknya mikrobia patogen.
Gejala: pup lembek dan berair. lemas. pup di luar litter box.
Pengobatan
: campurkan sesendok gula pasir dan sedikit garam dalam segelas air
hangat (pengganti Oralit) berikan sedikit demi sedikit tapi sering,Untuk
kitten, sebaiknya dipuasakan selama 1/2 hari
sedangkan untuk kucing dewasa dipuasakan selama 1 hari (minum tetep diberikan), setelah puasa, jangan langsung memberikan makanan kering, berikan makanan yang lembut seperti wet food.
Pencegahan : jangan mengganti makanan kucing secara tiba-tiba, gantilah secara bertahap.
Cara Merawat Kucing Sakit
Sebaiknya jika terjadi gejala-gejala kucing sakit segera bawa ke dokter hewan.
Paksa kucing makan jika tidak mau makan, bisa dengan cara disuapi atau
dipancing selera makannya dengan memberi vitamin penambah nafsu makan.
pisahkan kucing yang sakit dengan kucing lainnya.
Cara lain : campurkan dengan makanan kesukaannya.