Kamis, 03 Oktober 2013

Jenis-jenis kucing paling populer di Indonesia

Kucing Persia (Persian Longhair)

Gambar kucing persia peaknose
Kucing ras ini merupakan yang paling dikenal oleh orang Indonesia, termasuk yang belum terlalu kenal terhadap ras kucing pun akan bisa menyebutkan nama "Persia" sebagai salah satu jenis kucing berbulu panjang. Bukti lainnya adalah banyaknya kucing ras ini yang diperjual-belikan, entah itu di petshop atau online shop. Dan yang paling jelas sebagai bukti adalah, beberapa breeder menyebut kucing Persia sebagai kucing populer nomer satu di Indonesia disusul kucing Exotic.

Kucing Persia (Persian Longhair)
Kucing Persia (Persian Longhair) merupakan salah satu ras kucing tertua yang berasal dari Persia (sekarang Iran), dari catatan sejarah tertulis kucing ini ditemukan sekitar tahun 1600 SM. Selain menjadi salah satu yang tertua, kucing Persia juga merupakan salah satu kucing paling terkenal di dunia. Hal ini terbukti dari banyak orang yang ketika diminta untuk menyebutkan jenis kucing, kebanyakan dari mereka akan hampir selalu menyebutkan kucing Persia.
Kucing Persia dikenal sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan sangat ramah dengan manusia. Kucing ini dikenal dekat dengan anak-anak serta sangat manja. Kucing Persia juga dikenal tenang, tidak berisik, dan lebih suka berada di dalam rumah. Selain itu, Kucing Persia juga termasuk hewan yang dapat dengan mudah bergaul dengan kucing serta hewan lain di rumah. Sebagian besar pemilik kucing Persia merasa sangat senang dan beruntung telah memeliharanya.
Namun perlu anda ingat, bagaimanapun caranya usahakan agar kucing Persia anda jangan sampai memakan kecoa.
Di Australia ada beberapa breeder yang memberikan nama khusus untuk kucing Persia yang memiliki bulu berwarna mink-pointed, mereka disebut kucing Iranese, tapi nama ras ini bukan nama resmi dan belum terdaftar. Kucing Persia juga sempat disilangkan dengan beberapa kucing ras lain. Hasilnya, anda bisa membacanya di daftar ras hasil persilangan kucing Persia dengan kucing ras lain.
Kucing Persia merupakan kucing yang sangat cantik dan lucu. Kucing ini memiliki ukuran tubuh yang cukup besar dan kepala yang terlihat bundar, serta hidung pesek dan lebar. Rahangnya kuat dan besar sehingga membuatnya tampak tembem dan menggemaskan. Kucing Persia memiliki bentuk daun telinga yang membulat dengan bagian pangkal yang lebar, posisinya tidak terlalu tinggi dan bersandar ke depan. Mata bulat dan terbuka lebar dan terlihat sangat serasi dengan warna bulunya.
Kucing ini merupakan ras kucing berbulu panjang. Bulunya tumbuh lebat di seluruh tubuhnya, mulai dari bagian kepala, badan, kaki hingga ekor. Lebatnya bulu Persia menurut saya menjadi hal yang paling menarik dari kucing ini. Dia akan terlihat seperti boneka yang dapat bergerak dengan bokong yang menggeol lucu saat berjalan.

Kucing Exotic

Gambar Kucing Exotic
Mungkin bagi orang awam, nama kucing Exotic tidak begitu familiar. Bahkan lebih familiar kucing Anggora dari pada jenis kucing ini. Namun pada kenyataannya, kebanyakan Cattery justru mengembangbiakkan kucing Exotic bersamaan dengan kucing Persia. Karena kucing Exotic adalah versi bulu pendek dari kucing persia.
Gambar Kucing Exotic
Kucing Exotic atau Exotic Shorthair merupakan versi bulu pendek dari kucing persia. Oleh karena itu hampir semua karakter yang ada pada kucing Persia ditemukan juga pada kucing Exotic seperti temperamennya, bahkan juga termasuk beberapa jenis gangguan kesehatannya.
Kucing yang paling populer nomer dua di Indonesia ini merupakan hasil kawin silang antara kucing Persia dengan kucing American Shorthair yang mulai dilakukan sejak tahun 1950-an. Namun kucing ini baru terdaftar di CFA pada tahun 1966 dengan nama "Exotic Shorthair". Sedangkan FIFe baru mengakuinya pada tahun 1986.
Selama proses pembiakannya, kucing Exotic juga sempat disilangkan dengan beberapa jenis kucing lainnya seperti kucing Burmese dan kucing Russian Blue. Namun sejak tahun 1987, kucing ini hanya boleh disilangkan lagi dengan kucing Persia.
Karena seringnya disilangkan dengan kucing Persia, maka 1 dari 4 anakan kucing Exotic yang lahir kemungkinan akan berbulu panjang. Namun ironisnya, kucing Exotic yang berbulu panjang tersebut tidak diakui sebagai kucing persia oleh CFA. Organisasi lainnya malah mengakuinya sebagai ras tersendiri yaitu "Exotic Longhaird". Hanya TICA saja yang mengakui kucing Exotic berbulu panjang sebagai ras Persia.
Temperamen kucing Exotic antara lain tenang dan kalem. Kucing ini dapat bersahabat dengan kucing peliharaan lain dan juga anjing yang satu rumah. Kucing ini juga dikenal paling setia dibandingkan dengan jenis kucing ras lainnya. Kucing Exotic juga mewarisi darah American Shorthair sebagai seekor pemburu tikus yang cukup handal. Dan meskipun kucing ini menuruni banyak karakteristik kucing persia, tetapi pada kenyataannya kucing Exotic lebih lincah daripada kucing Persia.
Perawatan kucing Exotic cenderung jauh lebih mudah dibandingkan dengan kucing Persia. Kucing Exotic cukup lihai dalam membersihkan bulunya sendiri. Meskipun demikian, anda masih perlu menyisirnya setiap minggunya untuk membantu melepaskan bulu-bulu yang rontok.
Kucing Exotic juga mengidap masalah air mata seperti kucing Persia. So, anda perlu sering mengelap mukanya dengan air basah agar kotoran dari mata tidak mengeras dan menutupi lubang hidungnya. Selain agar tetap terlihat cantik tentunya. Kucing Exotic juga rentan terkena gangguan ginjal.
Harga kucing Exotic saya rasa cukup terjangkau yaitu sekitar 1,5 jutaan rupiah ke atas. Ada banyak yang jual kucing Exotic Shorthair  di internet kok, coba cari saja di situs-situs jual beli online, Pasti ada yang jual kucing Exotic.

Kucing Anggora

Gambar Kucing Anggora
Kucing Anggora (Angora / Angola), salah satu kucing ras tertua yang berasal dari Angora (sejak 1930 disebut Ankara), Turki. Kucing ini terlihat mirip dengan kucing Persia. Namun jika anda lihat lebih detail, anda akan mengetahui jika bentuk hidung kucing anggora terlihat berbeda. Jika kucing Persia memiliki hidung pesek dan terlihat lucu, kucing anggora memiliki hidung yang sedikit lebih mancung dan terlihat elegan.
Kucing Anggora yang saat ini kita kenal disebut juga Turkish Angora atau Kucing Kedisi Ankara. Sebenarnya kucing Turkish Angora yang asli hanyalah memiliki warna bulu putih dengan mata biru atau kuning. Namun saat ini terdapat berbagai variasi warna seperti putih, hitam, cokelat, blangtelon (tiga warna), kucing, dan lain sebagainya.
Layaknya kucing Persia, kucing Angora juga merupakan salah satu jenis kucing yang paling terkenal di dunia. Mereka dikenal cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan dan pemilik baru. Kucing ini tidak agresif dan senang bermain-main. Seperti kebanyakan kucing, mereka akan senang mengejar sesuatu. Jenis kucing Anggora juga dikenal lebih suka berada di dalam ruangan daripada di luar ruangan.
Kucing ini memiliki penampilan yang terlihat anggun dan elegan dengan ukuran tubuhnya yang relatif cukup besar, panjang, ramping dengan kaki dan ekor yang panjang. Ekor kucing ini berbulu lebat dan mengembang seperti ekor rubah. Hidungnya mancung dengan bentuk kepala yang menyerupai segitiga, telinga yang lancip dan lebar, serta mata lebar yang menyerupai almond. Tidak mengherankan jika beberapa artis memilih memelihara kucing jenis ini. Seperti Tya Ariestya dan kucing anggora miliknya yang bernama Bubu.
Pada tahun 1954 untuk pertama kalinya kucing Angora dijual ke Amerika Serikat. Pada tahun 1968 seekor kucing Anggora berbulu putih untuk pertama kalinya diakui oleh CFA (Cat fanciers Association). Sejak 1970 diselenggarakanlah sebuah kompetisi tahunan kucing Angora. Dan untuk pertama kalinya juga pada tahun 1976 kucing Angora mendapatkan CFA grand champion.
Harga kucing Anggora yang berkualitas biasanya sekitar  1,5 juta untuk kucing dewasa. Harga anakan kucing anggora yang berkualitas sekitar 3,5 jutaan, untuk anakan yang akan diikutkan show sekitar 6 jutaan atau lebih, dan bisa mencapai 10 jutaan lebih untuk anakan berbulu putih dengan mata biru, tanpa masalah pendengaran dan berkualitas kucing show.
Namun yang jual kucing anggora murah dibawah satu jutaan juga banyak kok. Bahkan yang jual anak kucing anggora murah sekitar 400 ribuan. Anda bisa mencarinya di internet atau langsung berburu ke pet shop terdekat. Untuk cara merawat kucing Anggora, menurut saya pribadi masih lumayan lebih mudah dibandingkan merawat Persia. Kucing ini cenderung lebih sehat, aktif, dan karena bulunya tidak sepanjang Persia maka bisa sedikit lebih jarang dimandikan.

Kucing Maine Coon

Gambar Kucing Maine Coon
Cattery-cattery yang mengembangkan kucing jenis ini mulai bermunculan di Indonesia. Lucky Hakim misalnya. Dia mengembangkan kucing Maine Coon sebagai salah satu bisnisnya. Hal ini saya rasa cukup menjadi bukti kalau kucing Maine Coon mulai mendapat tempat di hati para pecinta kucing ras Indonesia.

Kucing Maine Coon
Kucing Maine Coon diduga merupakan hasil persilangan antara kucing Angora yang dibawa ke Amerika oleh para pedagang Inggris dengan kucing hutan Norwegia yang dibawa oleh bangsa Viking. Dugaan ini diambil karena ciri ciri kucing Maine Coon yang terlihat mirip dengan kucing hutan Norwegia.
Nama "Maine Coon" sendiri merujuk pada dua kata yaitu "Maine" yang merupakan daerah asal kucing ini yaitu, negara bagian Maine, Amerika Serikat dan "Coon" yang diambil dari kata Raccoon (musang), karena bentuk ekor kucing ini menyerupai ekor musang.
Ada sebuah cerita yang menarik tentang asal-usul kucing ini. Dikisahkan bahwa dahulu kala pada saat Revolusi Perancis ada orang yang bernama Marie Antoinette yang melarikan diri dari Perancis menuju Amerika dengan menggunakan kapal. Kapal tersebut mengalami kecelakaan sehingga tidak sampai tujuan, tetapi enam ekor kucing yang dibawa oleh kapal tersebut berhasil sampai di Wiscasset (Maine) dan berkembangbiak di sana sebagai nenek moyang kucing Maine Coon.
Pada mulanya ras kucing Maine Coon memiliki kecenderungan kelainan genetik yang unik yang membedakannya dengan ras kucing lain yaitu  memiliki jari kaki yang lebih banyak dibandingkan jenis jenis kucing lainnya. Kelainan genetik ini disebut polidactyl dan bersifat genetik dominan. 
Namun pada keturunan modern, kelainan ini sudah sangat jarang ditemui. Salah satu penyebabnya adalah karena kucing yang memiliki polidactyl tidak diperbolehkan untuk diikutsertakan dalam kontes. Makanya Maine Coon yang masih membawa polidactyl tidak lagi dikembangkan.
Kucing ini memiliki bulu yang mengkilap, tebal dan tahan air. Pada bagian leher, perut, dan kaki, bulu tumbuh lebih lebat untuk menghangatkan tubuh dari suhu yang dingin. Bulu juga tumbuh lebat pada bagian ekor yang akan dilingkarkan pada saat tidur untuk menghangatkan tubuh. Saat musim dingin, bulu kucing Maine Coon dapat tumbuh hingga sepanjang 7 cm.
Kucing ini memiliki mata dan telinga yang besar sehingga kemampuan penglihatan dan pendengarannya sangat baik. Selain itu, kucing ini juga berotot dan bertulang besar. Maine Coon jantan dewasa panjangnya bisa mencapai 1 meter lebih dengan berat badan 6 hingga 9 kg. Sedangkan betinanya cenderung berukuran lebih kecil.
Pertumbuhan kucing Maine Coon cenderung lambat. Kucing ini baru akan mencapai bentuk "sempurna" pada usia 3 - 5 tahun. Hal iin lumrah terjadi pada jenis-jenis kucing berbadan besar seperti kucing Birman dan beberapa kucing besar lainnya..
Seperti yang kita tahu, kebanyakan kucing memiliki pola pikir yang independen, tetapi kucing ini tidaklah sepenuhnya demikian. Mereka dapat dekat dengan manusia. Meskipun tidak se-caper anjing. Kucing ini juga termasuk kucing yang aktif, tidak "pemalas" seperti kucing Persia yang lebih senang tiduran dipangkuan pemiliknya.
Meskipun sebenarnya kucing ini lebih cocok hidup di daerah yang dingin, tetapi di Indonesia ternyata sudah ada beberapa pembiak ras kucing ini. Beberapa juga sudah menyediakan kucing Maine Coon untuk dijual. Jika anda beruntung anda bisa menemukan orang yang jual kucing Maine Coon murah di internet. 
Harga paling murah sekitar 1, 5 jutaan, tetapi setau saya kucing ini baru berani dijual ketika umurnya minimal 3 bulan. Atau biasanya kalo ada yang mau beli umur dibawah 3 bulan, maka penjualnya akan menawarkan diri untuk merawatkannya hingga umur 3 bulan atau lebih. Baru setelah itu kucing Maine Coon tersebut akan diserahkan kepada si pembeli.

Kucing Himalayan

Gambar Kucing Himalaya
Penampilan kucing ras ini sangat mirip dengan kucing Persia, karena memang kucing ini adalah hasil persilangan dari kucing Persia. Beberapa waktu lalu saat saya pergi ke pasar hewan di Jogja. Saya temui petshop-petshop di sana menjual kucing Himalaya ini. Nah, itu saya jadikan acuan kalau kucing ras ini termasuk yang populer di Indonesia.
Kucing Himalayan jenis doll face

Kucing Himalayan merupakan ras kucing berbulu panjang yang terlihat sangat identik dengan kucing Persia kecuali warna bola matanya yang biru dan pewarnaan bulunya. Waktu saya jalan - jalan ke Pasar hewan beberapa hari yang lalu saja, saya sempat terkecoh dengan penampilan kucing Himalayan ini.
Pola warnanya terlihat sangat mirip dengan kucing Siam dengan dominasi warna putih dan abu-abu pada bagian wajah dan cakar. Namun kucing ini juga memiliki bulu lebat yang khas kucing Persia. Usut punya usut ternyata kucing ini memang hasil persilangan antara kucing Persia dengan kucing Siam.
Sebenarnya kucing jenis ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi kucing ini baru dikenalkan ke Eropa sekitar tahun 1950-an. Itu pun dengan nama Colourpoint Persian, bukan kucing himalayan seperti yang kita sebut sekarang.
Saat ini kucing Himalayan atau kucing himalaya sudah diklasifikasikan dalam ras yang berbeda dengan Persian oleh International Cat Association. Namun masih dimasukkan dalam group yang sama dengan Persia dan Exotic Shorthair (Kucing Persia versi bulu pendek) dalam "Persian Breed Group standard".
Namun begitu, beberapa peternak kucing masih menganggap Himalayan sebagai versi warna lain dari Persian, bukan sebagai ras yang terpisah. Meskipun pada kenyataannya kucing ini tetap bersaing dalam kategori warnanya masing - masing dan dikompetisikan dalam kompetisi yang berbeda.
Seperti kucing persia, kucing Himalayan cenderung memiliki tubuh yang terlihat bulat dengan kaki pendek, yang membuat mereka susah untuk melompat setinggi ras kucing lainnya. Meski ada juga beberapa yang bentuk tubuhnya lebih menyerupai kucing Siam dan dapat melompat hingga setinggi 7 kaki.
Terdapat 2 jenis kucing Himalayan yaitu jenis tradisional atau muka boneka (Doll Face) dan Peke atau Ultra-face dengan wajah yang terlihat lebih Pesek atau bahkan sangat pesek. Yang anda lihat pada gambar di atas adalah kucing Himalayan jenis Peke sedangkan yang akan anda lihat di akhir artikel ini nanti adalah kucing himalayan jenis doll face.
Karakteristik kucing himalayan adalah kucing yang manis, cerdas, dan cenderung sangat bersahabat dan dapat menjadi hewan pendamping yang sangat baik. Sifat mereka juga lebih aktif dari pada kucing Persia yang terkesan suka bermalas-malasan. Sifat ini di dapatnya dari kucing Siam yang memang lebih aktif dari Persia.
Mereka senang menghabiskan waktunya hingga berjam-jam untuk bermain main dengan benda-benda yang menurut mereka menarik, seperti kertas kusit, dan tali atau mainan kucing lainnya. Mereka cenderung hidup untuk mengabdi kepada manusia untuk mendapatkan kasih sayang dan perlindungan. So, tidak mengherankan jika mereka sangat senang dielus-elus.
Karena kucing Himalaya adalah keturunan dari kucing Persia, maka beberapa kucing ini dapat menuruni gen yang dapat memicu penyakit seperti Polycystic kidney disease (PKD). Namun dengan melakukan tes genetik, anda dapat mengetahui apakah kucing himalaya anda berpotensi menderita PKD atau tidak secara dini untuk melakukan pengobatan.
Seperti kebanyakan kucing berbulu panjang, kucing Himalaya butuh untuk disisir setiap harinya agar penampilannya senantiasa terlihat cantik. Selain itu, mungkin anda juga perlu membasuh mukanya setiap hari. Anda juga dituntut untuk sering memandikannya untuk menghilangkan minyak pada bulu dan kulitnya.
Jika anda berminat untuk memelihara kucing Himalayan, perlu anda ketahui jika harga kucing Himalayan sekitar 1 juta hingga 5 juta rupiah tergantung kualitas. Namun anda juga bisa menemukan yang jual kucing Himalayan murah di internet, seperti yang pernah saya lihat di sebuah situs jual beli Indonesia yang jual anakan kucing Himalaya murah seharga Rp650.000,00.

Kucing Pantherette

Foto Kucing Pantherette
Kucing Pantherette merupakan kucing ras baru yang saat ini masih dalam proses pembentukan. Kucing ini dibentuk dari menyilangkan beberapa jenis kucing dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah ras kucing yang memiliki penampilan menyerupai black panther. Meski tanpa mengggunakan sedikitpun gen panther.
Bisa dibilang tujuan dan hasil dari pembiakan kucing pantherette ini sama persis dengan tujuan dan hasil dari pembiakan kucing bombay yaitu sama-sama menghasilkan kucing yang memiliki penampilan menyerupai miniatur black panther.
Jika kucing bombay dibiakkan dengan menyilangkan kucing American Shorthair dengan kucing Burmese, maka kucing pantherette generasi pertama justru dihasilkan dari menyilangkan kucing Amur F1 Bengal dengan kucing Desert Lynx ekor panjang yang berbulu hitam solid. Hasilnya adalah seekor kucing yang berbadan besar, tulang yang besar, sangat berotot, berbulu hitam solid, dan sangat menyerupai miniatur dari black panther. 
Generasi kedua pun dihasilkan dengan menyilangkan hasil dari generasi pertama dengan kucing Melanistic Bengal. Dilanjutkan dengan generasi ketiga yang menyilangkan dengan kucing Melanistic Bengal yang lain untuk menghasilkan F4 jantan dan betina. Kemudian F4 jantan dan betina bisa dikawinkan. Bisa dibilang kucing pantherette ini merupakan 1/8 Desert Lynx dan 7/8 Black Amur Bengal. Karena kucing ini masih merupakan keturunan dari Desert Lynx, maka dimungkinkan, dikemudian hari akan lahir kucing pantherette yang berbulu panjang.
Menurut informasi yang kami dapatkan, kucing pantherette generasi pertama sudah dijual sejak tahun 2002. Dan saat ini kucing pantherette sudah terdaftar di International Progressive Cat Breeders Alliance (IPCBA). Namun, sepertinya program pembiakan kucing jenis baru ini masih berlangsung sampai sekarang.

kucing Sphynx

gambar kucing sphinx
Kucing Sphynx merupakan spesies kucing tanpa bulu. Wujudnya unik, sehingga banyak pecinta kucing yang ingin memeliharanya. Namun tahukah anda, meskipun namanya adalah "Sphynx", tetapi sebenarnya kucing ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan negeri Firaun, Mesir. Kucing ini berasal dari Kanada.
Sebenarnya kucing ini tidak benar-benar gundul, kucing ini masih memiliki bulu. Tentunya selain bulu kumis dan alis. Hanya saja bulunya tersebut sangat pendek dan cenderung transparan. Sehingga tubuhnya terlihat merah muda seperti tanpa bulu. Meskipun ada juga kucing Sphinx yang tubuhnya berwarna lain.
Karena kucing Sphinx tidak memiliki bulu seperti kebanyakan kucing lainnya, kucing ini sangat tidak tahan terhadap suhu dingin. Dia mempunyai kecenderungan untuk selalu menempel pada manusia ataupun hewan lain utnuk mendapatkan sedikit kehangatan. Sifat kucing Sphynx antara lain, cerdas, penuh rasa ingin tahu, senang bermain dan senang dekat dengan manusia.
Kucing Sphinx adalah pengembangan dari kucing-kucing tanpa bulu yang terjadi karena mutasi genetik. Kucing Sphinx pertama yang lahir adalah seekor kucing jantan tanpa bulu yang bernama Prune. Kucing tersebut kemudian dikawinkan dengan induknya untuk menghasilkan kucing yang memiliki jumlah bulu yang lebih sedikit lagi. Dan setelah itu semakin banyak pengawinan kucing-kucing tanpa bulu yang kemudian menghasilkan kucing Sphinx yang kita kenal saat ini.
Kucing Sphinx pada umumnya memiliki kondisi tubuh yang kuat dan sehat. Namun karena tidak memiliki bulu yang cukup untuk menghangatkan tubuhnya dari udara dingin, anakan kucing Sphinx akan sangat rentan terkena gangguan pernafasan. Sehingga breeder yang baik tidak akan membiarkan anakan kucing Sphynx diadopsi oleh orang awam sebelum usianya genap 12 bulan.
Meskipun kucing ini nyaris tanpa bulu, bukan berarti anda tidak perlu memandikannya. Justru karena tidak adanya bulu, minyak yang keluar dari tubuh kucing akan menumpuk di kulitnya. Sehingga setidaknya seminggu sekali anda perlu memandikannya.
Selain itu sebaiknya kucing Sphinx jangan dibiarkan beraktifitas di bawah terik matahari, karena itu dapat menyebabkan kulitnya terbakar. Untuk yang jual kucing Sphynx di Indonesia, mungkin anda bisa menemukannya di internet. Konon harga kucing Sphinx berkisar antara $300 - $3000.

Kucing Poodle, si Kucing Berbulu Domba

Mendengar kata 'Poodle', yang pertama kali terbayang dipikiran kita pasti sosok anjing mungil, lucu, dengan bulu-bulu aneh. Namun, tahukah anda, sekarang ini ada satu ras kucing yang disebut sebagai kucing poodle.
Menurut laporan dari dailymail, kucing poodle dikenal juga sebelumnya sebagai kucing Selkirk Rex. Dan sekarang, kucing yang dikenal dengan sebutan 'kucing berbulu domba' ini sudah resmi dideklarasikan sebagai ras tersendiri oleh para ilmuwan
Setiap kucing poodle di dunia ini terlahir dari satu induk kucing yang bernama Miss DePesto, seekor kucing jalanan yang memiliki mutasi genetik berbulu kriting. Dan kucing poodle yang saat ini ada diperkirakan merupakan keturunan yang ke-9 dari kucing yang pertama kali ditemukan pada tahun 1987 di Montana tersebut.
Nenek moyang kucing poodle tersebut ditemukan oleh seorang breeder kucing persia yang bernama Jeri Newman. Suatu hari dia menemukan seekor anak kucing di jalanan yang memiliki bulu keriting. Dia pun mengadopsinya dan memberinya nama Miss DiPesto, diambil dari nama seorang resepsionis berambut keriting di serial TV Moonlighting yang bernama Agnes DiPesto.
Menurut para peneliti dari University of Veterinary Medicine Vienna, kucing Selkirk Rex memiliki genetik yang berbeda dari kebanyakan ras kucing dan merupakan salah satu dari empat kucing berbulu keriting.
Bulu keriting yang dimiliki oleh kucing ini disebabkan oleh gen dominan. Sehingga kucing ini dapat disilangkan dengan ras kucing lain, dan akan tetap meninggalkan ciri bulu keritingnya.

Berbeda dengan kucing Cornish Rex, Devon Rex, dan German Rex, yang bulu keritingnya hanya hadir dalam versi bulu pendek, kucing Selkirk Rex atau kucing poodle hadir juga dalam versi bulu panjang.

Kucing poodle atau kucing Selkirk Rex ini cukup aman untuk dipelihara oleh orang yang mempunyai alergi bulu kucing, karena bulu halus kucing poodle sangat jarang dan sangat sedikit mengalami kerontokan.

Kucing Owyhee Bob

Foto Kucing Owyhee Bob
Kucing Owyhee Bob merupakan ras kucing cantik yang dikembangkan dengan mengawinkan Kucing Siam dengan Kucing Manx. Alhasil, kucing ini memiliki warna colorpoint dengan ekor super pendek.
Kucing Owyhee Bob memiliki sifat yang playful, sangat cerdas, setia seperti anjing, manis, dan sosial. Mereka senang menjadi bagian dari sebuah keluarga. Mereka senang mengikuti pemiliknya ketika berada di dalam rumah, dan senang meringkuk dipangkuan.
Kucing Owyhee Bob merupakan jenis kucing berukuran medium hingga besar.  Kucing betina beratnya sekitar 4-6 kg, sedangkan yang jantan sekitar 6-8 kg. Kepalanya lebar dan bulat, dengan daun telinga berukuran medium hingga besar dan berbulu. Mata kucing ini berwarna biru.
Kucing ini memiliki kaki yang kuat dan kokoh, cakarnya besar dan terkadang polydactyl (berjari banyak). Kucing jenis ini memiliki pertumbuhan yang terbilang lambat. Mereka hadir dalam 2 varian bulu yaitu bulu panjang dan bulu pendek. Ekornya mungkin masih terlihat, tetapi sangat pendek.
Menurut situs pengembangnya, anakan kucing Owyhee Bob dijual dengan harga $275.00 untuk yang limited registration. Sementara yang full registration harganya lebih mahal. Jika anda berminat, silahkan langsung kunjungi situs pengembangnya di owyheebobs.com.

Kucing Safari 

foto kucing safari
Kucing Safari merupakan jenis kucing hybrid dari kucing South American Geoffroys. Kucing ini memiliki penampilan 'buas' tetapi berkarakter semanis kucing domestik yang paling manis.
Beberapa jenis kucing safari generasi pertama dibiakkan pada tahun 1970-an. Sangat sedikit dari kucing tersebut yang dijadikan hewan peliharaan, sementara sebagian yang lain digunakan dalam penelitian penyakit Leukemia oleh Washington State University.
Beberapa orang meyakini bahwa kucing Geoffroys merupakan versi yang lebih kecil dari Margay atau Ocelot. Warna bulunya sangat bervariasi mulai dari hitam hingga perak-keabuan atau oranye, tergantung dari lokasi geografiknya. Nah, kucing Safari ini konon merupakan jenis kucing yang paling mendekati karakteristik dari kucing Geoffroys tersebut.
Kucing F1 Safari sudah menjadi kucing yang sangat ramah dan menyenangkan. Mereka benar-benar langka dan sulit untuk dihasilkan. Mengembangbiakkan kucing dengan beberapa kromosom yang berbeda terbukti mampu membatasi jumlah kucing safari yang akan ada.
Kucing Domestik biasanya membawa 38 kromosom, sementara Geoffroys hanya memiliki 36 kromosom. Sisi positif dari perbedaan kromosom ini pada F1 Safari (50% Geoffroys/50% domestik) adalah mereka memiliki 37 kromosom yang meningkatkan besar ukuran tubuh secara dramatis, dimana seekor kucing induk seberat 4 dan 6 kg, bisa menghasilkan anak yang bisa tumbuh hingga 12 kg lebih.
Saya sendiri terus terang tidak begitu paham tentang apa yang dideskripsikan oleh situs safaricat.com, seperti yang tertera dalam artikel di atas. Namun sepertinya orang tidak begitu tertarik untuk mengetahui jumlah kromosom kucing saat memutuskan untuk memeliharanya. Yang penting penampilan dan karakternya.
Nah, jika dilihat dari penampilan dan karakternya, sepertinya kucing safari tidak jauh berbeda dengan kucing bengal atau dengan kucing totol lainnya. So, terus terang kami katakan kalau, kami tidak begitu paham tentang kelebihan dan kekurangan dari kucing safari dibandingkan dengan kucing hybrid (terutama yang berbulu totol) lainnya.

Kucing Ragamuffin

Foto Kucing Ragamuffin
Kucing Ragamuffin merupakan jenis kucing domestik yang masih merupakan varian dari kucing Ragdoll yang pertama kali muncul pada tahun 1994. Kucing ini terkenal akan bulunya yang lebat dan seperti bulu kelinci.
Kucing Ragamuffin memiliki tubuh yang berotot. Butuh waktu sekitar 4 hingga 5 tahun untuk kucing jenis ini mencapai bentuk tubuh yang benar-benar matang. Temperamen kucing Ragamuffin terbilang baik. Mereka ramah, penyayang, sangat jinak, dan merupakan teman yang menyenangkan.
Kucing jenis ini termasuk jenis kucing berbulu panjang. Uniknya, meskipun bulu kucing ini panjang dan lebat, konon bulunya tidak mudah kusut dan tidak mudah menggumpal. Sehingga terbilang mudah merawat bulunya. 
Semua varian warna dan corak bulu diijinkan, baik itu dengan atau tanpa warna putih. Hanya warna Colorpoint saja yang tidak diijinkan oleh standar CFA. Namun, kucing Ragamuffin berbulu putih total merupakan yang paling banyak dicari, tetapi jumlahnya lebih langka dibandingkan ragamuffin berwarna lainnya.
Meskipun penampilannya mirip sekali dengan kucing Ragdoll, harga kucing Ragamuffin yang pedigree cenderung jauh lebih mahal. Seekor anak kucing ragamuffin yang berkualitas paling murah harganya sekitar $1,000.00 (sekitar 10 juta rupiah).
Perkumpulan kucing yang pertama kali mengijinkan Ragamuffin mengikuti kontes secara penuh adalah United Feline Organization (UFO). Dan sekarang kucing jenis ini juga sudah diakui oleh American Cat Fanciers Association (ACFA), dan Cat Fanciers' Association (CFA), serta sudah mendapatkan status "Championship " sejak Februari 2011.

Kucing Puppykat

Foto Kucing Puppykat
Kucing Puppykat merupakan jenis kucing berbadan medium hingga besar yang memiliki bentuk tubuh panjang proporsional. Kucing ini hadir dalam versi bulu panjang dan versi bulu pendek, dimana bulu-bulunya tebal dan lembut.
Kucing Puppykat merupakan spesies kucing yang unik. Kucing jenis ini hadir dengan 3 mutasi gen sekaligus dalam satu tubuh yaitu ; berdaun telinga melipat, berjari banyak (polydactyl), dan berekor pendek.
Kucing jenis ini hadir dalam semua warna dan pola bulu, seperti calico, tortie, solid, smoke, dll. Namun pola bulu "tux" yang paling banyak disukai. Sayangnya kami sendiri belum begitu paham pola warna 'tux' itu seperti apa. He... ^^
Kucing puppykat digambarkan sebagai jenis kucing yang cerdas, kalem, tetapi senang bermain. Mereka dapat beradaptasi dengan suasana baru dan orang baru dengan baik. Mereka juga dapat dengan mudah dilatih untuk berjalan di atas tali atau bermain fetch.
Telinga melipat pada puppykat merupakan turunan dari kucing Scottish Fold. Namun tidak semua anakan kucing puppykat akan bertelinga melipat. Masih ada beberapa yang memiliki daun telinga lancip, tetapi masih tetap diakui sebagai kucing puppykat.
Idealnya kucing jenis ini terlahir dengan kondisi polydactyl dengan 5 hingga 7 cakar pada kaki bagian depan dan 4 hingg 7 pada kaki bagian belakang. Meskipun demikian, kucing yang terlahir dengan jumlah cakar normal, juga tetap diakui sebagai puppykat.
Idealnya kucing jenis ini memiliki ekor yang pendek, yaitu sekitar 1,5 inch hingga 2,5 inch. Ekornya yang pendek ini diturunkan dari gen kucing Manx. Namun kemungkinan untuk lahir anak kucing dengan ekor yang normal juga masih ada. Dan itu masih diakui sebagai Puppykat.
Oleh karena ketidakstabilan bentuk kucing yang dilahirkan, maka ada sebuah kode unik yang disematkan pada kucing jenis ini. Kode tersebut berfungsi untuk menginformasikan mengenai kondisi si kucing. Contoh kodenya adalah sebagai berikut :
PPK SB 02182005 002 SH LT FE PD
Artinya :
  • PPK : merupakan kode untuk kucing Puppykat
  • SB : stud book registered, yang artinya kucing ini memiliki semua pedoman registrasi.
  • 02182005 : merupakan tanggal lahir si kucing yaitu 18 Februari 2005.
  • 001 : menunjukkan bahwa kucing ini adalah yang pertama yang didaftarkan lahir pada tanggal tersebut diatas.
  • SH : Short Hair (berbulu pendek), untuk yang berbulu panjang menggunakan kode LH (Long Hair).
  • LT : Long Tail (berekor panjang), untuk yang berekor pendek menggunakan kode ST (Short Tail).
  • FE : berdaun telinga melipat (Folded Eared), untuk yang luru menggunakan kode SE (Straight Eared).
  • PD :Polydactyl, sementara yang jumlah cakarnya normal, tidak menggunakan kode apapun atau dikosongkan pada bagian ini.

Kerbau

kerbau
Kerbau di Thailand
Kerbau di Thailand
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Upafamili: Bovinae
Genus: Bubalus
Spesies: B. bubalis
Nama binomial
Bubalus bubalis
(Kerr, 1792)

Kerbau adalah binatang memamah biak yang masih termasuk dalam anaksuku Bovinae. Kerbau liar (orang India menyebutnya arni) masih dapat ditemukan di daerah-daerah Pakistan, India, Bangladesh, Nepal, Bhutan, Vietnam, Cina, Filipina, Taiwan, Indonesia, dan Thailand.
Penjinakan kerbau sangatlah umum di Asia, Amerika Selatan, Afrika Utara, dan Eropa.
Saat ini populasi kerbau liar di Asia mulai menurun dan dikhawatirkan pada masa yang akan datang tidak akan ada lagi populasi kerbau liar yang dapat ditemukan. Kerbau dewasa dapat memiliki berat sekitar 300 kg hingga 600 kg. Kerbau liar dapat memiliki berat yang lebih, kerbau liar betina dapat mencapai berat hingga 800 kg dan kerbau liar jantan dapat mencapai berat hingga 1200 kg. Berat rata-rata kerbau jantan adalah 900 kg dan tinggi rata-rata di bagian pundak kerbau adalah 1,7 meter.
Salah satu ciri yang membedakan kerbau liar dari kerbau peliharaan adalah bahwa kerbau peliharaan memiliki perut yang bulat. Dengan adanya percampuran keturunan antara kerbau-kerbau antara populasi yang berbeda, berat badan kerbau dapat bervariasi.
Klasifikasi kerbau masih belum pasti, beberapa autoritas mengelompokkan kerbau sebagai suatu spesies Bubalus bubalis dengan tiga subspesies yaitu:
  1. Kerbau sungai (B. bubalis bubalis) yang berasal dari Asia Selatan.
  2. Kerbau rawa (B. bubalis carabanesis) atau kerbau rawa yang berasal dari Asia Tenggara.
  3. Kerbau liar (B. bubalis arnee).
Kerbau rawa yang dapat ditemukan di Asia Tenggara memiliki 48 kromosom. Kerbau sungai memiliki 50 kromosom. Keturunan dari dua subspesies ini dapat ditemukan dan mereka dapat menghasilkan keturunan, walau mereka tidak dapat berkembang biak dengan sapi yang memiliki 60 kromosom.
Susu dari kerbau banyak digunakan oleh manusia. Contohnya sebagai bahan keju Mozzarella. Daging kerbau juga merupakan hasil ekspor utama di India. Meskipun demikian daging kerbau kurang disukai di Asia karena kekerasannya. Kulit kerbau sering digunakan juga sebagai bahan sepatu, wayang kulit, dan helm sepeda motor.
Asia
Asia adalah tempat asal kerbau. 95% dari populasi kerbau di dunia terdapat di Asia. Banyak negara-negara Asia yang tergantung pada spesies ini, baik untuk daging, susu atau tenaga kerjanya.
Pada tahun 1992, populasi kerbau di Asia diperkirakan mencapai 141 juta ekor. Kadar lemak dari susu kerbau sangatlah tinggi. Ada dua subspesies yang hidup di Asia yaitu kerbau sungai yang dapat ditemukan di Nepal hingga di ketinggian 2.800 m, dan kerbau rawa yang hidup di dataran rendah.
Kerbau dapat hidup dengan efisien dalam masa-masa kekurangan pakan, yang menyebabkan hewan itu tahan hidup. Kerbau sering digunakan untuk membajak sawah, karena mereka dapat bergerak di atas lumpur jauh lebih baik daripada sapi.
Di alam liar hanya sedikit populasi kerbau liar yang masih hidup. Kerbau liar India dapat ditemukan di India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Bhutan dan Thailand. Kerbau ini memiliki tanduk yang sangat besar dengan rata-rata 1 m ukurannya. Walau demikian seekor kerbau yang ditembak pada tahun 1955 memiliki tanduk yang ukurannya dari ujung ke ujung mencapai 4,24 m. Ini juga salah satu sebab kerbau jarang diserang oleh hewan pemakan daging.
Harimau adalah salah satu hewan pemakan daging yang dapat membunuh kerbau yang beratnya mencapai 1000 hingga 1200 kg. Dan hanya harimau yang berpengalaman akan menyerang kerbau di bagian kaki terlebih dahulu. Jika diserang kerbau akan menghadang harimau dengan tanduk dan hidungnya serta membentuk barisan. Kerbau juga dikenal sebagai hewan yang sering menyerang walau tanpa diprovokasi. Ini menyebabkan kerbau masih menjadi hewan yang bisa berbahaya bagi manusia.
Saat ini populasi kerbau liar diperkirakan mencapai 4000. Walaupun dalam jumlah ini juga termasuk jenis campuran dan kerbau liar yang telah didomestikasi. Diperkirakan juga bahwa hampir tidak ada lagi kerbau liar yang hidup di alam liar. Kerbau juga merupakan hewan nasional Filipina.
Australia
Kerbau pertama kali diperkenalkan di kawasan utara Australia yang kemudian lolos dari domestikasi. Status ini menyebabkan kerbau di Australia menjadi hewan buruan. Di pulau Melville kerbau sering dijadikan objek buruan, di tempat ini terdapat sekitar 4000 ekor populasi kerbau. Kerbau juga hidup di Arnhem Land.
Kerbau hidup terutama di bagian yang berair dan di musim hujan kerbau dapat menyebar dalam kawasan besar. Kerbau di Australia dapat memiliki bentuk yang berbeda dari kerbau di Indonesia, darimana mereka berasal.
Eropa dan Timur Tengah
Kerbau diperkenalkan di Afrika Utara dan Timur Tengah pada sekitar tahun 600 Masehi. Pada zaman pertengahan, kerbau dibawa ke Eropa dan saat ini dapat ditemukan di Bulgaria dan Italia. Seperti di Asia, kerbau di sini juga hidup di lapangan terbuka yang vegetasinya jarang. Mereka menjadi bahan pangan, serta bahan investasi bagi keluarga. Di beberapa daerah mereka juga menjadi bagian dari festival tahunan. Jenis yang hidup di sini umumnya adalah kerbau sungai, karena isolasi genetis mereka dapat memiliki bentuk yang berbeda. Susu kerbau ini juga digunakan sebagai bahan keju Mozzarella.
Kegunaan Kerbau
Kerbau adalah hewan pekerja yang tangguh, dan sampai sekarang masih dipakai sebagai hewan penarik pedati maupun bajak di beberapa tempat di Asia.
Kerbau menghasilkan susu dan daging yang dapat dikonsumsi manusia. Di Minangkabau, Sumatera Barat, susu kerbau juga diolah menjadi dadiah (sejenis yoghurt). Masyarakat kota Kudus di Jawa Tengah memiliki larangan adat untuk mengonsumsi sapi dan menggantikannya dengan kerbau.
Tanduk kerbau digunakan sebagai hiasan rumah di beberapa suku bangsa Nusantara. Selain itu, tanduk kerbau dapat menjadi bahan baku kerajinan, seperti pipa rokok (congklang), penggaruk, penjepit wayang kulit, serta hulu keris.
Kotoran kerbau dapat digunakan sebagai pupuk serta bahan bakar jika dikeringkan.

lain-lain tentang kerbau
  • Bison Amerika juga sering disebut buffalo (mirip dengan sebutan water buffalo untuk kerbau), ini sesungguhnya tidak tepat. Bison yang terdiri dari bison Amerika dan bison Eropa masih terpaut dengan keluarga bovinae liar, dekat dengan Yak, serta hubungannya lebih jauh dengan sapi dan banteng. Keluarga buffalo meliputi kerbau, tamarau, dan anoa di Asia serta buffalo Afrika.
  • Menurut legenda di Filosofi Tiongkok, Lao Tzu meninggalkan negeri Tiongkok melalui terusan Han Gu dengan menunggangi kerbau.
  • Menurut mitologi Hindu, dewa Yama yang adalah dewa kematian juga sering digambarkan menunggangi kerbau.

Kerbau khas dari Tana Toraja


 

      Potensi Ternak Kerbau
Kerbau mempunyai beberapa keunggulan untuk ditingkatkan perannya terutama berkaitan dengan potensi genetik dan aspek lingkungannya. Kerbau mempunyai daya adaptasi yang sangat tinggi, terlihat dari penyebarannya yang luas, mulai dari daerah iklim kering, lahan rawa, daerah pegunungan, dan daerah dataran rendah. Kerbau   juga   memiliki   kemampuan memanfaatkan pakan berkualitas rendah seperti rumput kering dengan kadar nutrisi rendah dan serat  kasar  tinggi,   DlWYANTO  dan Handiwirawan (2006) menulis kerbau memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan sapi, yakni mampu hidup pada kawasan yang relatif 'sulit' terutama bila pakan yang tersedia berkualitas rendah. Pada kondisi kualitas pakan yang tersedia relatif jelek, setidaknya pertumbuhan kerbau dapat menyamai atau bahkan lebih baik daripada sapi, dan masih dapat berkembangbiak dengan baik.
Selain itu kerbau memiliki kapasitas yang cukup tinggi untuk mengatasi tekanan dan perubahan lingkungan yang ekstrim. Sebagai contoh, kerbau mampu bertahan hidup dengan baik meski terjadi perubahan temperature (heatload) dan perubahan vegetasi padang rumput. Dengan  keunggulan-keunggulan  tersebut, kerbau adalah salah satu temak yang potensial untuk dikembangkan, pengembangan usaha petemakan kerbau dan wilayah agribisnis kerbau sangat luas, hampir meliputi seluruh agroekosistem dan sosio-budaya yang ada. Sistem pemeliharaan kerbau relatif lebih mudah.
Dalam usaha petemakan rakyat, kerbau dipelihara secara ekstensif terutama di daerah pantai, dimana pemeliharaan kerbau umunmya digembalakan.   Para   petani   biasanya memanfaatkan biomasa hijauan yang tersedia di sekitar sebagai sumber bahan pakan utama, dan praktisnya penggunaan input ekstemal masih sangat terbatas.
      Upaya Pengembangan dan Pelestarian Kerbau
Jumlah pemotongan kerbau (baik untuk kebutuhan daging maupun keperluan ritus adat budaya), semakin meningkat. Seperti yang terjadi pada kerbau Belang di Tana Toraja, menurut laporan DISNAK Tana Toraja (2004), bahwa jumlah pemotongan kerbau Belang mencapai 50 - 60 ekor/tahun, sedangkan kelahirannya hanya 10-20 ekor/tahun. Hal ini akan berdampak semakin terkurasnya populasi kerbau Belang.  Keadaan seperti ini akan mengancam sumberdaya genetik kerbau. Diperlukan upaya untuk menyelamatkan dan mengembangkan kerbau Belang sebagai salah satu sumberdaya genetic ternak yang perlu dilestarikan, untuk kemudian ditingkatkan potensinya dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, ketersediaan bahan pangan, terciptanya lapangan kerja dan peningkatan devisa negara.
Sudah banyak laporan dan kajian tentang prospek yang cukup baik untuk pengembangan ternak kerbau pada beberapa daerah, namun kurang mendapat perhatian yang serius.  Berbagai upaya perlu terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kerbau terutama di daerah-daerah sentra kerbau yang secara nasional penting. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi pengurasan temak yang berakibat penurunan populasi.
Sejauh ini petemak tradisional memegang peranan yang besar dalam pelestarian ternak asli dan temak lokal termasuk kerbau. Di sisi lain ancaman kelestarian sumberdaya genetic datang sebagai akibat dari pemanfaatan yang berlebihan dan pencemaran akibat migrasi genetik yang teijadi.  Upaya untuk mempertahankan kelestarian dan kemumian temak asli perlu ditangani dalam rangka mempertahankan sumber daya genetik temak  asli  yang  mempunyai keunggulan adaptasi yang tinggi.
Upaya pengembangan ternak kerbau dapat dilakukan sesuai dengan potensi daerah yang didukung dengan perbaikan teknologi (bibit, manajemen, pakan).  Dalam upaya pelestarian perlu adanya dukungan dan campur tangan pemerintah dalam hal regulasi dan kebijakan, penerapan teknologi yang tepat, penguatan kelembagaan serta peningkatan keterampilan dan wawasan para petemak. Pembentukan village breeding centre dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok-kelompok petemak merupakan salah satu cara untuk memperbanyak populasi atau pembentukan pusat-pusat/usaha pembibitan kerbau temtama pada wilayah yang memiliki populasi kerbau banyak. Upaya pelestarian lainnya adalah diperlukan adanya lomba keindahan, kontes temak misalnya dilihat dari performansnya dan bursa hewan, kegiatan seperti ini sekaligus untuk penjaringan bibit unggul.
Diwyanto dan Handiwirawan (2006), menyampaikan altematif program pemuliaan yang dapat diterapkan di kawasan sumber bibit adalah program pemuliaan inti terbuka (Open Nucleus Breeding System). Dalam program ini, instansi pemerintah (UPT/UPT Daerah Dinas Petemakan) atau pihak swasta dapat bertindak sebagai inti yang memelihara temak bibit dasar.  Bibit  dasar  diperoleh  dengan penjaringan ternak yang mempunyai kualitas terbaik dalam hal:
1.      Daya reproduksi
2.      Pertumbuhan
3.      Tidak mempunyai cacat fisik atau turunan
4.      Bebas dari segala penyakit berbahaya.
        Sementara itu, UPT Daerah atau swasta lainnya dapat bertindak sebagai pemelihara temak bibit induk dan selanjutnya peteranak memelihara.  Kegiatan perbaikan mutu genetik dengan pola terbuka (open nucleus breeding system, ONBS) dan penjaringan dengan metoda yang tepat, benar, mudah dan murah perlu dimulai dan dilakukan secara konsisten, Hasil dari penjaringan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai replacement dan sisanya baru disebarkan untuk keperiuan pengembangan atau komersial.
Pola ONBS ini sangat tepat dilakukan untuk kawasan village breeding center (VBC) yang terintegrasi dengan pusat pembibitan ternak unggul, dimana output utamanya adalah pejantan unggul yang akan dipergunakan oleh Balai (Besar) Inseminasi Buatan. Ancaman terbesar untuk menerapkan ONBS adalah masuknya   penyakit   ketika   dilakukan penjaringan sapi betina dari VBC yang dimasukkan dalam populasi inti.  Kawasan pembibitan pada prinsipnya hams bebas penyakit menular.
Pengadaan pejantan unggul diperlukan Dalam suatu wilayah atau kelompok peternak kerbau pada lokasi yang strategis, sehingga mudah dijangkau oleh semua peternak dalam kelompok tersebut, hal ini akan sangat membantu dalam meningkatkan populasi dan produktivitas  kerbau.  Jika  perkawinan dilakukan secara alam, maka pejantan dapat digilir untuk setiap kelompok.
Seleksi atau pemilihan calon induk dan pejantan bertujuan untuk menghasilkan anak atau turunan yang baik pada generasi mendatang. Hal penting yang hams dijadikan prinsip utama dalam pemilihan calon induk dan pejantan adalah standar temak yang akan diseleksi perlu disesuaikan dengan permintaan konsumen atau pasar. Misalnya, pemilihan calon induk dan pejantan diarahkan untuk menghasilkan temak pedaging,  tangkas (balapan), atau penghasil susu.
Kendala dalam seleksi ternak kerbau adalah masih lemahnya identifikasi temak dan rekording yang dilakukan. Seleksi akan dapat beijalan dengan baik jika didasarkan pada identifikasi dan rekording data yang akurat. Petemak di Indonesia sebagaian besar belum melakukan indentifikasi maupun recording. Kondisi ini memungkinkan teijadinya kawin dalam keluarga antara bapak dengan anak, atau sebaliknya antara anak dengan induk, yang pada gilirannya akan meningkatkan tingkat inbreeding.
      Beberapa Problematika Pengembangan Populasi Kerbau
 Kerbau memiliki beberapa keunggulan tetapi juga tidak terlepas dari adanya kelemahan. Perkembangan populasi kerbau terlihat agak lamban dibandingkan dengan temak sapi. Secara nasional perbandingannya sekitar 20% kerbau dan 80% sapi dan ratio ini masih berlangsung sampai saat ini.
Kondisi tersebut diatas antara lain dapat disebabkan karena dua factor yaitu factor eksternal dan factor internal
1)      Faktor internal
a.      Masak lambat
Kerbau termasuk ternak yang lambat di dalam mencapai dewasa kelamin (Subiyanto, 2010). Pada umumnya kerbau mencapai pubertas pada usia yang lebih tua, sehingga kerbau mencapai dewasa kelamin pada usia minimal 3 tahun (Toelihere, 1985; Do Kim Tuyen dan Nguyen Van LY, 2001); 2 – 3 tahun (Lendhanie, 2005); 2 – 2,5 (Subiyanto, 2010).
b.      Lama Bunting
Lama bunting pada kerbau bervariasi dari 300 – 334 hari (rata-rata 310 hari) atau secara kasar 10 bulan 10 hari. Kerbau akan mengandung anaknya selama ± 10,5 bulan, sedangkan sapi hanya 9 bulan. Menurut Keman (2006)
c.       Berahi tenang
Tanda-tanda berahi pada kerbau, umumnya tidak tampak jelas (Subiyanto, 2010). Sifat ini menyulitkan pada pengamatan berahi untuk program inseminasi buatan. Meskipun fenomena ini bisa diatasi dengan menggunakan jantan, namun kelangkaan jantan dan system pemeliharaan yang terkurung memungkinkan perkawinan tidak terjadi.
d.      Waktu berahi
Umumnya berahi pada kerbau terjadi pada saat menjelang malam sampai agak malam dan menjelang pagi atau saat subuh atau lebih pagi (Toelihere, 2001).
e.       Jarak beranak yang panjang
Jarak beranak yang panjang merupakan implikasi dari sifat-sifat reproduksi lainnya. Pada kerbau kerja jarak beranak bervariasi dari 350 sampai 800 hari dengan rata-rata 553 hari (Keman, 2006). Menurut Hill (1988) jarak beranak pada kerbau bervariasi dari 334 hari sampai 650 hari, tergantung pada manajemen yang dilakukan. Menurut Landhanie (2005) jarak beranak pada kerbau rawa antara 18 sampai 24 bulan.
f.       Beranak pertama
Panjang sifat-sifat produksi lain akan berpengaruh langsung terhadap beranak pertama pada kerbau. Hasil survei di Indonesia terutama di NAD, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan Sulawesi Selatan, umur pertama kali kerbau beranak masing-masing 45,0; 49,6; 47,7; 49,1; 45,6 dan 49,2 bulan dengan rata-rata 47,7 bulan (Anonimaus, 1985 yang dikutip Keman, 2006). Sementara itu, di Brebes, Pemalang, Semarang dan Pati rata-rata umur kerbau pertama kali beranak, berturutturut adalah 44, 40, 44 dan 42 bulan (Suryanto, et al. 2002 yang dikutip Keman, 2006).
2)      Faktor Eksternal
Diantara faktor eksternal, ada yang berpengaruh langsung terhadap performan reproduksi dan ada yang berpengaruh tidak langsung. Faktor eksternal yang berpengaruh langsung terhadap performa reproduksi adalah:
a.      Pakan
Kontribusi pakan sangat kuat pengaruhnya terhadap performan reproduksi. Makanan berperan penting dalam perkembangan umum dari tubuh dan reproduktip (Tillman et al.,1983). Peternak kerbau di negara kita pada dasarnya merupakan peternak tradisional dan merupakan kegiatan yang turun menurun sehingga pemberian pakan umumnya di dapat pada saat digembalakan. Rumput yang tumbuh di lapangan, di pematang sawah atau pinggirpinggir jalan adalah pakan yang tersedia pada saat digembalakan. Pakan yang diberikan di kandang umumnya jerami kering yang kadang-kadang disiram larutan garam dapur. Pada musim kemarau ketersediaan rumput alam akan sangat menurun jumlahnya dan secara langsung akan berpengaruh terhadap asupan pakan pada ternak. Pakan dengan kualitas dan kuantitas seperti ini akan berpengaruh tidak baik terhadap performa reproduksi. Diperparah lagi oleh tugas yang harus dilakukan pada saat musim mengolah sawah. Meskipun salah satu keunggulan kerbau adalah mampu memanfaatkan pakan dengan kualitas rendah, namun untuk mendapatkan performan reproduksi yang baik memerlukan makanan yang cukup, baik kualitas maupun kuantitas.
b.      Sosial Budaya
Beberapa daerah di Indonesia yang secara sosial budaya berkaitan dengan kerbau menunjukkan populasi kerbau yang tinggi. Keterkaitannya bisa berupa dalam adat istiadat atau kebutuhan tenaga kerja. NTB, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan keterkaitannya lebih pada adat istiadat yang turun temurun. Di Sumatera Barat, kerbau mempunyai arti sosial yang sangat khas. Rumah adat dan perkantoran pemerintah mempunyai bentuk atap yang melengkung melambangkan bentuk tanduk kerbau. Diduga kata “Minangkabau” berasal dari “Menang Kerbau (Hardjosubroto, 2006).
Pada masyarakat Batak dikenal upacara kematian seperti saur matua dan mangokal hili. Bagian dari rangkaian upacara tersebut biasanya dilaksanakan pesta syukuran adat yang disertai pemotongan kerbau. Pemotongan kerbau juga dilakukan pada saat upacara perkawinan, horja bius (acara penghormatan terhadap leluhur, dan pendirian rumah adat (Susilowati, 2008).
Bagi etnis Toraja, khususnya Toraja Sa’dan, kerbau adalah binatang paling penting dalam kehidupan sosial mereka (Nooy-Palm, 2003 yang dikutip Stapanus, 2008) Selain sebagai hewan untuk memenuhi kehidupan sosial, ritual maupun kepercayaan tradisional, kerbau juga menjadi alat takaran status sosial dan alat transaksi. Dari sisi sosial, kerbau merupakan harta yang bernilai tinggi bagi pemiliknya (Issudarsono, 1976 yang dikutip Stephanus, 2008). Kerbau juga merupakan hewan domestik yang sering dikaitkan dengan kehidupan masyarakat yang bermata pencaharian di bidang pertanian.
Di Banten, kerbau selain digunakan sebagai hewan kerja juga masyarakatnya sangat fanatic terhadap daging kerbau. Menurut Patheram dan Liem(1982) selera masyarakat Banten terhadap daging kerbau cukup tinggi dibandingkan dengan daging sapi. Di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur lebih pada kebutuhan tenaga kerja. Hal ini menunjukan bahwa budaya masyarakat sangat berperan terhadap perkembangan populasi kerbau. Populasi kerbau di Indonesia terdapat di seluruh provinsi, karena kerbau mempunyai daya adaptasi yang sangat tinggi. Kerbau bias berkembang mulai dari daerah kering di NTT dan NTB, lahan pertanian yang subur di Jawa hingga lahan rawa di Sulawesi Selatan, Kalimantan dan daerah pantai utara Sumatera (Asahan sampai Palembang). Selain itu pengembangannya juga tidak akan menghadapi hambatan selera, budaya dan agama.
Selain beberapa hal diatas, penurunan populasi juga diduga berkaitan dengan sistem pengusahaannya yang masih secara tradisional. Penyebab lainnya adalah tingginya jumlah pemotongan, terbatasnya pakan dan padang penggembalaan alami akibat alih fungsi/konversi lahan ke penggunaan lain (seperti perumahan dan industri). Selain itu, peran kerbau pada sistem usaha tani belum berorientasi agribisnis serta ketersediaan bibit unggul  yang  masih  sangat  terbatas.
Permasalahan lain yang umum dihadapi di beberapa daerah adalah kelangkaan kerbau jantan sebagai pemacek, sehingga diperkirakan terjadi inbreeding yang tinggi, tingginya yang menurunkan mutu bibit, Namun hal ini dapat ditekan dengan adanya upaya-upaya melalui perbaikan teknologi (bibit, manajemen, pakan) serta pencegahan dan pengendalian penyakit.  Disamping itu perlu adanya upaya peningkatan produktivitas kerbau   melalui   program   pemuliaan berkelanjutan.

     Upaya Mengatasi Problematika Pengembangan Ternak Kerbau
Banyak faktor yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan populasi dan kualitas kerbau. Namun yang bisa dilakukan melalui efisiensi reproduksi adalah:
ü  Komitmen yang berkelanjutan. Penurunan populasi kerbau di daerah-daerah tertentu sudah lama terjadi, namun sampai sejauh ini dorongan pemerintah, terutama pemerintah daerah belum nyata mendorong perkembangan populasi di daerahnya masing-masing. Tidak sedikit peternak kerbau berlokasi jauh dari pusat pemerintahan sehingga banyak yang tidak tersentuh oleh laju pembangunan. Fasilitas untuk peningkatan populasi baik software maupun hardware belum sampai ketangan peternak kerbau.
ü  Pembentukan kelompok ternak memungkinkan dapat mendorong peningkatan populasi. Dalam kelompok para peternak bisa merencanakan usaha yang akan dilakukan sehubungan dengan peningkatan populasi, termasuk terbentuknya kandang kelompok.
ü  Melakukan seleksi, baik pada kerbau betina maupun pada kerbau jantan, terutama pada kerbau jantan. Mengingat satu ekor jantan dalam 1 tahun mampu mengawini 50 ekor betina dan bila semua berhasil bunting maka akan lahir anak kerbau yang genetikanya baik. Peran pemerintah disini melakukan penjaringan agar fenomena yang sudah lama terjadi ini bisa dihentikan minimal dikurangi.
ü  Peternak yang memiliki kerbau yang baik dan memenuhi standar bibit perlu mendapat penghargaan dengan memberikan sertifikat. Hal ini bias merangsang prestasi selanjutnya dan akan berpengaruh positif terhadap lingkungan.
ü  Mengembangkan program inseminasi buatan pada daerah-daerah yang  padat populasi kerbaunya. Penerapan inseminasi buatan (IB) pada kerbau adalah salah satu cara untuk mengatasi terbatasnya pejantan unggul sepanjang secara sosial ekonomi dapat dipertanggungjawabkan (Subiyanto, 2010) Peran pemerintah harus mengaktifkan kembali produksi mani beku kerbau di Balai-Balai Inseminasi Buatan. Dengan Inseminasi Buatan juga dapat mencegah terjadinya kawin silang dalam.
ü  Peningkatan pendidikan inseminator. Inseminasi Buatan pada ternak bukan pekerjaan mudah. Untuk itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan, lebih-lebih pada kerbau yang saat berahinya sulit diamati. Pada saat ini dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para inseminator, inseminasi buatan pada sapi potong sudah biasa dilakukan dengan prestasi yang baik.
ü  Lokasi peternak kerbau yang umumnya masih berjauhan, akan menyulitkan pelaksanaan inseminasi buatan. Seorang inseminator mungkin saja melayani peternak yang jaraknya dari pos bias belasan kilometer. Dalam rangka mempercepat peningkatan populasi maka program sinkronisasi birahi waktu pelaksanaan dan jumlah yang akan diinseminasi bisa diatur dan fasilitas inseminasi bisa lebih efisien. Penggunaan teknik sinkronisasi birahi akan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi kelompok ternak, disamping juga mengoptimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan dan meningkatkan fertilitas kelompok (Wenkop, 1986 yang dikutip Sujarwo).
ü  Untuk meningkatkan mutu genetik kerbau di suatu wilayah, bisa dilakukkan dengan membeli pejantan unggul hasil seleksi dari wilayah lain atau menggunakan pejantan IB. Persilangan dengan tipe kerbau lain seperti dengan tipe perah juga biasa dilakukan dengan harapan keturunannya bias menghasilkan susu yang lebih banyak, minimal bisa memberi susu keturunannya dalam jumlah yang mencukupi.
Upaya yang  dilakukan  untuk memperbaiki rendahnya produktivitas dan meningkatkan eksistensi kerbau rawa jangka panjang dan berkelanjutan adalah:
ü  Perlindungan, pelestarian dan pengelolaan ternak kerbau berkelanjutan, meliputi:
a)      Peningkatan mutu genetik kerbau rawa atau kerbau lumpur lain yang ada di Kalimantan Selatan melalui grading up,
b)      Revitalisasi dan pengembangan kawasan perbibitan ternak kerbau rakyat melalui penataan kelompok, dan
c)      Pelaksanaan biosekuriti secara tepat terutama pada kawasan perbibitan.
ü  Pengadaan dan pengembangan bibit kerbau, meliputi;
a)      Melaksanakan program seleksi dan afkir (culling) secara lebih sistematis, dan
b)      Menyebarluaskan bibit unggul hasil seleksi dan telah memperoleh justifikasi dari lembaga berwenang baik pusat/ daerah.
ü  Program pemuliabiakan untuk memperoleh bibit yang baik, terdiri atas:
a)      Seleksi untuk peningkatan populasi dan produktivitas,
b)      Persilangan secara sistematis dan terarah, dan
c)      Program pencatatan (recording system) terutama di lokasi yang diarahkan pembibitan dan sertifikasi bibit (Toelihere dan Achjadi, 2005).
Perbaikan manajemen budidaya merupakan salah satu strategi yang dianggap efektif untuk mendukung pengembangan  pembibitan kerbau.  Aspek utama yang harus diperbaiki dalam manajemen budidaya kerbau adalah: penyediaan bibit unggul, peningkatan kualitas  pakan, teknik  reproduksi,  dan  pengawasan kesehatan. Untuk mendukung perbaikan manajemen budidaya  tersebut diperlukan sentuhan permodalan,  pemasaran dan aspek penyuluhan.
1)      Bibit unggul 
Bibit adalah semua hasil pemuliaan ternak yang memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan. Bibit kerbau diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu:
a)      bibit dasar (elite/foundation stock), diperoleh dari proses seleksi rumpun atau galur yang mempunyai nilai pemuliaan di atas nilai rata-rata;
b)      bibit induk (breeding stock), diperoleh dari proses pengembangan bibit dasar;
c)      bibit sebar (commercial stock), diperoleh dari proses pengembangan bibit induk.
Persyaratan umum  bibit kerbau yang harus terpenuhi adalah
a.       kerbau bibit harus sehat dan bebas dari segala cacat fisik seperti cacat mata (kebutaan), tanduk patah, pincang,  lumpuh, kaki dan kuku abnormal, serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya;
b.      semua kerbau bibit betina harus bebas dari cacat alat  reproduksi, abnormal ambing serta tidak menunjukan gejala kemandulan;
c.       kerbau bibit jantan harus siap sebagai pejantan serta tidak menderita cacat pada alat kelaminnya.
Persyaratan khusus yang harus dipenuhi  bibit unggul adalah meliputi:
a.       kulit berwarna abu-abu, hitam, bulu berwarna abuabu sampai hitam;
b.      tanduk mengarah ke belakang horizontal, bentuk bulan panjang dengan bagian ujung yang meruncing serta membentuk setengah lingkaran;
c.       kondisi badan baik, bagian belakang penuh dengan otot  yang berkembang;
d.      leher kompak dan kuat serta  mempunyai proporsi yang sebanding dengan badan dan kepala;
e.       ambing berkembang dan simetris
2)      Pakan
Sebagian besar pakan yang dikonsumsi ternak ruminansia berasal dari hijauan (60 %), baik dalam bentuk segar maupun bahan kering  (Subiyanto, 2010).  Pakan yang dianjurkan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian NOMOR  56/Permentan/OT.140/10/2006 tentang pedoman pembibitan kerbau yang baik (good breeding practice), yaitu;
a.       Setiap usaha pembibitan kerbau harus menyediakan pakan yang  cukup bagi ternaknya, baik yang berasal dari pakan hijauan, maupun pakan konsentrat;
b.      pakan hijauan dapat berasal dari rumput, leguminosa, sisa hasil pertanian dan dedaunan yang mempunyai kadar sera yang  relative  tinggi dan kadar energi rendah. Kualitas pakan hijauan tergantung umur pemotongan, palatabilitas dan ada tidaknya zat toksik  (beracun) dan anti nutrisi;
c.       Pakan konsentrat yaitu pakan dengan kadar serat rendah dan kadar energi tinggi, tidak terkontaminasi mikroba, penyakit, stimulan pertumbuhan, hormon, bahan kimia, obat- obatan, mycotoxin melebihi tingkat yang dapat diterima oleh negara pengimpor;
d.      Air minum disediakan tidak terbatas (ad-libitum).
3)      Obat Hewan
a.       Obat hewan yang digunaka meliputi sediaan biologik, farmasetik, premik dan obat alami.
b.      Obat hewan yang dipergunakan seperti bahan kimia dan bahan biologik harus memiliki nomor pendaftaran. Untuk sediaan obat alami tidak dipersyaratkan memiliki nomor pendaftaran.
c.       Penggunaan obat keras harus dibawah pengawasan dokter hewan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang obat hewan.
      
 
Sumber :

Budi, 2007. Peningkatan Produktivitas Kerbau Lumpur (Swamp Buffalo) di Indonesia Melalui Kegiatan Pemuliaan Ternak Berkelanjutan (Review). Seminar Nasional Peternakan-Perikanan 2007. Laboratorium Pemuliaan Ternak dan Biometrika. http://disnakkeswan.lampungprov.go.id/dadam/7_peningkatan_produktifitas_kerbau_lumpur.pdf .
Suryana, 2007. Usaha Pengembangan Kerbau Rawa di Kalimantan Selatan. Jurnal Litbang Pertanian, 26(4), 2007. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/p3264073.pdf.