Rabu, 03 Juli 2013

Puskeswan Kucing

Puskeswan Kucing

Pada ruang Puskeswan ini kita akan memnbahas tanda-tanda kucing sakit, vaksinasi, jenis-jenis penyakit kucing dan pengobatannya, obat-obatan yang tidak dianjurkan dan perawatan kucing selama sakit.


Tanda Tanda Kucing Sakit


Kenali gejala-gejala kucing Anda sakit sebelum memutuskan membawa ke dokter hewan atau memberikan obat-obatan. Berikut tanda-tanda kucing sakit:

  • Nafsu makan tiba-tiba berkurang
  • Lesu dan tidur seharian
  • Sering bersembunyi di tempat gelap
  • Kurang minum atau minum berlebihan
  • Feses berdarah / berlendir 
  • Buang air di luar litter box
  • Diare / Mencret, muntah-muntah
  • Batuk-batuk, bersin-bersin terus menerus
  • menggaruk dan menjilati area yang sama terus menerus
  • mengibas-ngibaskan kepala dalam waktu yang sering , biasanya ada masalah di telinganya
  • Belekan, mata berair, mata tidak jernih
  • Gusi berwarna pucat
  • Tidak buang air besar lebih dari 1 hari , kencing sedikit.
  • Pincang
  • Perut terlalu gendut atau terlalu kurus

Pencegahan Penyakit dengan vaksinasi


Untuk menghindari penyakit, pemberian vaksinasi amat penting. Usia minimal pemberian vaksin untuk kucing adalah umur 8 minggu. Sebaiknya setelah berumur 3 bulan. Hal-hal yang perlu diingat adalah:
  • Jangan berikan vaksin / obat-obatan kimia pada kucing hamil dan menyusui
  • Untuk anak kucing, berikan vaksin Tricat (Feline Panleucopenia,Rhinotracheitis, Calici) atau vaksin Tetra cat (Tricat + Chlamydia) pada umur 8 minggu lalu diulangi kembali 1 bulan selanjutnya.
  • Pemberian vaksin rabies diberikan pada umur kucing minimal 4 bulan setelah pemberian vaksin tricat.
  • Untuk kucing dewasa (umur lebih dari 6 bulan) dapat diberikan vaksin tricat dan rabies setahun sekali saja

note : Jangan memberikan vaksin dan obat-obatan kimia pada kucing hamil!


Macam-Macam Penyakit Kucing dan Pengobatannya

Jamur / Ring Worm


Penyebab : Lingkungan yang lembab sehingga spora berkembang biak di tubuh kucing
Gejala : gatal-gatal, kulit merah dan botak lingkaran warna merah, timbul ketombe
Pengobatan : obat gosok dan salep, shampoo dengan bahan aktif ketoconazole 2% atau mengandung , providone iodine 4%,larutan belerang 5%, 1 ml amitraz 5 % dilarutkan dalam 100 ml air(harus dengan saran dokter).
Pencegahan : menjaga lingkungan tetap bersih, menyemprot kandang dengan disinfektan, menjaga tubuh kucing agar selalu kering, jemur di bawah sinar matahari pagi.

Kutu/Pinjal


Penyebab : lingkungan yang tidak bersih, tertular dari kucing lain
Gejala : gatal-gatal, sering menggaruk-garuk, kucing lemas , anemia, dan tampak kutu/telur kutu pada bulu
Pengobatan : suntik ivermectin (suntikan untuk membunuh kutu dewasa dan cacing dewasa), obat tetes diteteskan pada tengkuk kucing sebulan sekali (merk obat tetes nya ada frontline, revolution), shampoo kutu.
Pencegahan : selalu bersihkan kandang dan sekitarnya dan pisahkan kucing yang terinfeksi agar tidak menular ke kucing lainnya.

Ear mites / Tungau telinga

Penyebab : tertular hewan lain, telinga yang kotor.
Gejala : kucing sering menggaruk2 telinga, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. telinga dalam kotor seperti bubuk kopi, dan berbau.
Pengobatan : 1 cc ivomec 1% ditetes pada telinga, frontline 1 tetes pada setiap telinga, revolution 2 minggu sekali, boric acid powder ditabur ke dalam telinga.

Radang Telinga (otitis)

Penyebab : ear mite, bakteri, jamur, kanker, alergi, gangguan kekebalan tubuh, luka.
Gejala : daun telinga kemerahan, sedikit bengkak disertai kotoran telinga, saluran telinga menyempit /tertutup sebagioan akibat bengkak, kotoran dalam saluran telinga
Pengobatan :  Obat tetes telinga yang mengandung anti ektoparasit atau injeksi obat golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll) bisa diberikan bila otitis disebabkan oleh ear mite atau ekto parasit lain
Pencegahan: Selalu memeriksa kebersihan telinga kucing secara teratur. Bersihkan telinga kucing secara rutin. Cairan telinga normal berwarna bening-kuning kecoklatan. Bila berwarna coklat tua atau berbau busuk, kemungkinan besar kucing menderita otitis.

Flu Kucing


Penyebab : virus. tertular dari air liur, bersin, kontak fisik dengan alat-alat yang tercemar virus. bisa dari tangan manusia yang tidak dicuci setelah memegang apa saja yang tercemar virus.
Gejala : bersin-bersin,demam,lemah,lesu,nafsu makan berkurang,batuk,mata merah, berair
Pengobatan : pemberian lysin dapat mencegah perkembangbiakan virus dan mempercepat kesembuhan.   antibiotik juga diberikan untuk mencegah infeksi sekunder akibat bakteri.
Pencegahan : pemberian vaksinasi pada kucing. cuci tangan dengan sabun antiseptic sebelum memegang kucing. berikan vitamin/suplemen agar kucing memiliki kekebalan tubuh yang baik.

Radang Paru-paru (Feline chlamydiosis)


Penyebab: bakteri Chlamydia psitacii, nutrisi kurang baik, kandang yang tidak bersih.
Gejala : radang/sakit pada mata,cairan kotoran mata berlebihan,pilek, bersin,kesulitan bernafas
Pengobatan : belum ada. hanya pemberian antibiotik tetrasiklin. untuk matanya bisa diberikan salep mata yang mengandung tetrasiklin/
Pencegahan: pemberian vaksinasi, menjaga kebersihan kandang, memberikan suplemen agar kucing memiliki kekebalan tubuh yang baik.

Radang Selaput Rongga Perut (Feline Infectious Peritonitis (FIP))


Penyebab : coronavirus (feline corona virus/FcoV).Kucing sehat tertular melalui kontak langsung dengan kucing yang terinfeksi atau kotorannya (feces). Kucing yang terinfeksi menyebarkan virus melalui liur dan feces. bisa juga tertular dari peralatan2 yang tercemar virus. anak kucing bisa tertular dari induknya.
Gejala : bersin-bersin, mata berair, lendir hidung yang berlebihan, diare, berat badan berkurang, lemah & lesu, depresi, bulu kasar.
Pengobatan : belum ada. hanya pemberian obat untuk mengurangi gejala dan rasa sakit.
Pencegahan : jaga kebersihan kandang , peralatan makan. berikan nutrisi yang baik kepada kucing.

Radang Usus / Distemper (Feline Panleucopenia)


Penyebab: virus. kontak langsung atau tidak langsung melalui air liur, air kencing,muntah dan melalui kotoran kucing yang terinfeksi.
Gejala: anemia, muntah-muntah dan diare yang parah
Pengobatan: belum ada. hanya pemberian obat yang bertujuan mencegah infeksi lain yang disebabkan bakteri dan meningkatkan kondisi tubuh kucing.
Pencegahan: pemberian vaksinasi teratur. pemberian nutrisi yang baik.

Gangguan pernafasan, sariawan dan persendian (Feline Calicivirus)


Penyebab:sekelompok virus dan bakteri.kandang kurang bersih. tak ada ventilasi. suhu udara terlalu panas/dingin.
Gejala: bersin,batuk,pilek,cairan berlebih dari hidung dan mata, luka pada hidung seperti sariawan, bibir luka, sulit bernafas.
Pengobatan :Beri nutrisi yang baik, bersihkan kotoran pada mata dan hidung. Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri.
Pencegahan: pemberian vaksinasi teratur.

Penurunan sistem kekebalan tubuh


Penyebab: Feline Immunodeficiency Virus. Penularan melalui luka gigitan.
Gejala: tidak ada, tapi dapat menyebabkan kematian setelah beberapa tahun.
Pengobatan: belum ada. Pengobatan hanya bertujuan mencegah infeksi sekunder.
Pencegahan : mencegah kucing bertindak agresif seperti menggigit2 sesuatu, mengkandangkan kucing di dalam rumah. vaksinasi teratur dan pemberian nutrisi pada kucing.

Pyometra / uterus yang membengkak

Penyebab : Kelebihan jumlah hormon progesterone. Pyometra terjadi pada kucing betina setelah siklus heat yg tidak diikuti dengan pembuahan. Kucing yg ditunda2 tidak dikawinkan setelah lewat 2 x masa heat dan kucing yg disuntik estradiol.
Gejala :Kucing akan lebih sering menjilat2 vagina, membersihkan cairan putih/kuning dari vagina,Demam, lemas, muntah2, menolak makan , perut membesar, mungkin tidak dapat berjalan (lemah pada kaki belakang), minum berlebihan, pengeluaran urin yg berlebihan, peningkatan jumlah sel darah putih secara signifikan pada pemeriksaan darah
Pengobatan : rostaglandin F2 alpha dan antibiotik jangka panjang biasanya digunakan pada Pyometra Terbuka. Tindakan diberikan secara intravena (infus).Ovariohysterectomy (operasi pengangkatan ovarium & uterus/spay) bersamaan dengan pemberian antibiotik, pada waktu operasi dan pasca operasi.
Pencegahan : spay (steril) kucing betina sebelum umur 6 bulan. Kucing betina sebaiknya tidak ditunda2 untuk dikawinkan, lebih dari 2 x masa heat

Feline lower urinary tract disease (FLUTD) / feline urologic syndrome (FUS) / Gangguan Saluran Kencing

Penyebab : kurang minum. asupan magnesium terlalu tinggi hingga akumulasi kristal mineral pada saluran urinaria ,peradangan kandung kemih cystitis akibat iritasi dari kristal pada dinding VU, ,pembentukan batu VU, ,pembentukan sumbat pada uretra berupa pasir kristal mineral (blokade uretra), akumulasi zat kimia yang beracun pada aliran darah ketika blokade pada uretra  Pada beberapa keadaan urin yang tertahan dalam VU dapat berbalik mengalir ke ginjal yang menyebabkan kematian oleh gagal ginjal akut atau cystitis parah.
Gejala : Perut kucing terasa kencang, ada benjolan di sekitar anus, pipis sedikit, pipis berdarah, lemas.
Pengobatan : diberikan kateter. pemberian makanan wet food atau makanan yang khusus penyembuhan urinary.penggunaan herbal keji beling/calcusol untuk maintenance selanjutnya.
Pencegehan : pastikan kucing banyak minum, tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi magnesium.

Periodental (penyakit pinggiran gigi)


Penyebab: plak yang disebabkan oleh bakteri dan makanan yang tidak dibersihkan di gigi. plak akan membentuk tartar gigi, lalu akan membentuk karang gigi.
Gejala : nanah di sekitar gigi, nafas bau busuk, gusi mudah luka dan berdarah,mulut sakit bila dipegang, mencakar daerah sekitar mulut, gusi bengkak/ berwarna merah, gigi longgar/lepas, hilang nafsu makan, air liur menetes, susah mengunyah / makan
Pengobatan : scalling gigi, bila sudah amat parah dilakukan operasi cabut gigi atau membuang sebagian jaringan gusi yang sudah rusak parah (gingivectomy)
Pencegahan : menyikat gigi kucing secara teratur setelah makan dengan gel khusus gigi kucing.

Cacing Pita


Penyebab: penyebaran melalui kutu/pinjal. tertular melalui induk.
Gejala : banyak makan tetapi tetap kurus dan perut buncit, terdapat cacing pada kotoran atau muntah kucing. mata kucing belekan.
Pengobatan : pemberian obat cacing yang mengandung Prazyquantel, dichlorphen atau febendanzole dan pemberian obat anti kutu.
Pencegahan : pemberian obat cacing dan anti kutu secara teratur.

Cacing Gelang


Penyebab: tertular melalui induk , tertular dari tikus. telur cacing pada kotoran.
Gejala : banyak makan tetapi tetap kurus dan perut buncit, terdapat cacing pada kotoran atau muntah kucing.
Pengobatan : pemberian obat cacing yang mengandung bahan aktif pyrantel, febendazole, mebendazole atau piperazine.
Pencegahan : pemberian obat cacing dan anti kutu secara teratur.


Diabetes Mellitus

Penyebab :Gula, glukosa darah. secara genetik melalui induk yang pernah mengalami DM,penggunaan obat jenis Cortison dan Progesteron yg berlebihan,obesitas.
Gejala : minum berlebihan (polydipsi),urinasi berlebihan (polyuria),frekuensi makan berlebihan (polyphagia),nafsu makan hilang (anoreksia),fatigue, depresi dan muntah-muntah,bulu berminyak, kulit memerah dan ketombe pada bulu
Pengobatan: suntikan insulin atau satu atau dua kali sehari setelah makan. berikan makanan khusus kucing diabetes.
Pencegahan : jangan memberikan pakan yg berlebih pada kucing, terutama yg kadar karbohidrat dan lemak yg tinggi, jenis pakan tipe indoor sangat cocok buat kucing yg tidak banyak aktivitas.

Wasir / Ambeien


Penyebab : kurang serat dan air. sembelit dan usia tua.
Gejala : kucing sering menjilat anus, menggesek-gesekkan anus ke lantai, pembengkakan pada kulit sekitar anus, terdapat darah di feces.
Pengobatan: salep topikal untuk wasir eksternal atau supositoria untuk internal.
Pencegahan : berikan cukup air minum dan serat untuk kucing.

Keracunan


Penyebab : Makanan beralkohol, cokelat, serangga dan binatang kecil, Cairan pembersih rumah tangga (detergent), amoniak, pemutih (bleach), gasoline, lem,aloe vera, amaryllis, avocado, azalea, bird of paradise, calla lily, castor bean, corn plant, cyclamen, daffodil, day lily, dieffenbachia, Easter lily, elephant ears, English ivy, gladiolus, holly, hyacinth, hydrangea, iris, kalanchoe, Macadamia nut, marijuana, mistletoe, narcissus, philodendron, rhododendron, tomato plant, tulip, yew, yucca, Sengatan Ular, Scorpion, serangga, obat manusia seperti Aspirin, Acetaminophen, paracetamol

Gejala: muntah,Diare,Kejang,Halusinasi,Kesakitan pada bagian perut (abdominal pain),Koma, Drooling (Keluar liur),Air liur menetes secara berlebihan (hipersalivasi).Selaput lendir berwarna coklat-abu.Nafas terengah-engah.Bengkak di wajah, leher dan kaki.Hipotermia (suhu badan rendah).Langkah kaki tidak terkoordinasi (ataksia).Urin berwarna coklat tua/gelap.
Pengobatan : Sebelum dibawa ke vet,  berikan hydrogen peroxida 3% dengan dosis 1 sendok teh per pound berat badan kucing, diberikan setiap 10 menit sampai kucing muntah. Maksimum 3 sendok teh per dosis dan maksimum 3 kali pemberian. Jangan memaksa kucing untuk muntah dengan cara di atas untuk hal-hal berikut; kucing sudah muntah, tidak sadar atau kejang, menelan chemical product seperti acid, alkali, serta household chemical serta gasoline, kucing menelan benda tajam, serta kucing menelan racun lebih dari 2 jam.
Pencegahan: jauhkan bahan-bahan berbahaya dari kucing seperti obat nyamuk, pembersih rumah tangga,obat-obatan. bila menyemprotkan pembersih atau obat2 beracun jangan sampai mengenai makanannya. periksa jadwal expired makanan dan obat2an.

Alergi Makanan


Penyebab : tidak cocok pada makanan tertentu.
Gejala : alergi , gatal-gatal, pup berdarah, bulu rontok
Pengobatan : segera ganti makanannya dengan yang tidak menyebabkan alergi.

Diare

Penyebab: mengganti makanan secara tiba-tiba, masuknya mikrobia patogen.
Gejala: pup lembek dan berair. lemas. pup di luar litter box.
Pengobatan : campurkan sesendok gula pasir dan sedikit garam dalam segelas air hangat (pengganti Oralit) berikan sedikit demi sedikit tapi sering,Untuk kitten, sebaiknya dipuasakan selama 1/2 hari
sedangkan untuk kucing dewasa dipuasakan selama 1 hari (minum tetep diberikan), setelah puasa, jangan langsung memberikan makanan kering, berikan makanan yang lembut seperti wet food.
Pencegahan : jangan mengganti makanan kucing secara tiba-tiba, gantilah secara bertahap.



Cara Merawat Kucing Sakit

Sebaiknya jika terjadi gejala-gejala kucing sakit segera bawa ke dokter hewan.
Paksa kucing makan jika tidak mau makan, bisa dengan cara disuapi atau dipancing selera makannya dengan memberi vitamin penambah nafsu makan.
pisahkan kucing yang sakit dengan kucing lainnya.
berikan air minum yang cukup
berikan obat sesuai dengan resep dokter


Cara memberikan obat pada kucing

Posisikan kucing dengan punggung menghadap sesuatu supaya dia tidak bisa lari mundur dari anda: tembok, sandaran sofa, badan anda (dengan menjepit kucing di antara lutut/paha atau dengan lengan)
Pegang tablet/kapsul dengan jempol dan telunjuk anda
Dengan tangan anda yang satu lagi, perlahan raih kepala kucing anda dan miringkan ke arah belakang hingga mendongak
Pegang kepala hingga rahang atas dengan tangan anda dan dengan tangan yang memegang pil, buka rahang bawah dengan jari tengah dengan menekan gigi taring bawahnya atau gigi seri bawah
Sambil menahan rahang bawahnya, cepat letakkan tablet/kapsul ke pangkal lidah/kerongkongan kucing anda. Hati-hati terlalu dalam memasukkan tangan anda.
Anda juga dapat menggunakan pelontar pil yang dapat diperoleh di klinik atau petshop.
Cepat tutup moncong kucing anda, pegang dan kembalikan kepala nya ke posisi normal. Elus leher atau kerongkongan kucing anda, atau tiup hidungnya supaya dia menjilat hidungnya dan secara otomatis menelan obat.
Setelah dia terlihat menelan, cek kembali mulutnya. Ada kucing yang menyembunyikan tablet/kapsulnya untuk kemudian dimuntahkan kembali.
Berikan minum dan treat dan pujian setelah dia menelan obatnya.
Cara lain : campurkan dengan makanan kesukaannya.